Apa kata anda klik info ini.. saya tak marah ...

Gambar terkini di Facebook mrkumai.blogspot.com

TAIP KATA KUNCI CARIAN ANDA DI SINI:

Friday, March 30, 2012

Betul ke ? Siti dan Rozita bermadu?

Sesekali memanjangkan catatang mengenai gossip artis ni seronok jugak cuma bukan niat nak mengandu damba atau menyambung fitnag tapi bila di baca artikel ini terdapat penjelasan mengenai Gossip ini. Kepada Siti, bersabar ajelah ye kalau gosip macam ni tersebar dan lebih berat lagi sebab suami sendiri pulak tu. 

Dan satu lagi ... di mana ada gula ..semut pasti bertandang... kepada Rozita Che Wan kalau betul la minat Dato K.. rupanya selera anda sama dengan citi.. abang misai ... cuma.. kat luar sana ramai lagi abang misai yang tak berpunya... cer cari... 





Monday, March 26, 2012

100 Orang yang paling berpengaruh di di dunia...

Aku ralat sikit sebenarnya untuk berkongsi dengan senarai yang dibuat oleh seorang  berketurunan Yahudi ini dalam mengkelaskan 100 orang yang berpengaruh tapi rasanya sekadar berkongsi sahajalah tanpa perlu sokong atau tidak.. boleh tak ? 

Aku tak pasti dia ni sekadar Yahudi atau Yahudi yang mengamalkan Zionis seperti mana ada 'fatwa politik ' mengatakan boleh berkawan dengan Yahudi sekarang ini asalkan bukan berfahaman zionis.. 

Kalau dahulu sebut 'Yahudi' atau asal Yahudi sahaja pun dah mengeletar tubuh badan menahan marah tapi kini sesudah kenyataan 'akan menyokong sebarang usaha mempertahankan keselamatan Yahudi' keluar dari mulut pemimpin anugerah dan agung mereka, maka boleh berkinja-kinja terlebih dahulu.. 

Bukan aku kata.. dia orang yang kata... Aku sekadar mengambil dan memanjangkan sahaja.. 


MICHAEL H. HART adalah seorang keturunan Yahudi yang menuliskan buku berjudul “The 100“, pada tahun 1978. Buku tersebut memuat 100 tokoh yang memiliki pengaruh terkuat dalam sejarah manusia. 

Bukunya secara hangat diperdebatkan, konsep bukunya secara luas ditiru. Penting untuk dicatat bahwa Hart tidak memasukkan orang terbesar. Kriterianya ialah orang yang berpengaruh.

Buku ini dicetak kembali pada 1992 dengan beberapa revisi nyata terhadap daftar urutan 100 dan pangkat luar biasa mereka. Terutama di antara revisi itu ialah penurunan pangkat tokoh komunis seperti Lenin dan Joseph Stalin, dan pengenalan Mikhail Sergeyevich Gorbachev. 

Edisi ini juga memuat Edward de Vere menggantikan William Shakespeare. Hart menggantikan Niels Henrik David Bohr dan Antoine Henri Becquerel dengan Ernest Rutherford, juga membetulkan kesalahan dalam edisi pertama. Henry Ford juga dimasukkan di sini dari yang sekedar “Tokoh-tokoh Terhormat”, menggantikan Pablo Picasso. Akhirnya, urutan itu ditata kembali.



100 Tokoh menurut Michael H. Hart – Berdasarkan Peringkat dan Pengaruhnya


  1. Nabi Muhammad: Penyebar agama Islam, penguasa Arabia, mempunyai karir politik dan keagamaan yang luar biasa, namun tetap seimbang dan serasi, mengakibatkan Nabi Muhammad memiliki banyak pengikut, dan juga menjadi panutan seluruh masyarakat dunia hingga saat ini. Junjungan Besar bagi kami Umat Islam...
  2. Isaac Newton: Fisikawan, pencetus Teori Gravitasi umum, Hukum gerak  
    Isaac Newton
  3. Yesus / Nabi Isa: Isa Al Masih Kristen
  4. Siddhartha Gautama (Buddha): Pendiri agama Buddha
  5. Kong Hu Cu: Pendiri agama Kong Hu Cu
  6. Santo Paulus: Penyebar ajaran Kristen
  7. Ts’ai Lun: Penemu kertas
  8. Johann Gutenberg: Mengembangkan mesin cetak, mencetak Alkitab
  9. Christopher Columbus: Penjelajah, memimpin orang-orang Eropa ke Amerika
  10. Albert Einstein: Fisikawan, penemu Teori Relativitas
  11. Louis Pasteur: Ilmuwan, penemu Pasteurisasi
  12. Galileo Galilei: Astronom, secara akurat mengemukakan teori Heliosentris
  13. Aristoteles: Filsuf Yunani yang berpengaruh
  14. Euclides: Matematikawan, membuktikan tentang Geometri
  15. Nabi Musa: Nabi terbesar Yahudi
  16. Charles Robert Darwin: Biologis, mendeskripsikan teori Evolusi
  17. Kaisar Qin Shi Huang: Kaisar Tiongkok
  18. Augustus Caesar (Kaisar Agustus): Kaisar pertama [Kekaisaran Romawi]
  19. Nicolaus Copernicus: Astronom, salah satu tokoh Teori Heliosentris
  20. Antoine Laurent Lavoisier: Bapak Kimia modern, Filsuf dan Ekonom
  21. Constantine yang Agung: Kaisar Romawi yang menjadikan agama Kristen sebagai agama resmi negara
  22. James Watt: Mengembangkan Mesin uap
  23. Michale Faraday
  24. Michael Faraday: Fisikawan, Kimiawan, menemukan Induksi Elektromagnetik  
  25. James Clerk Maxwell: Fisikawan, penemu Spektrum Elektromagnetik
  26. Martin Luther: Pendiri agama Protestan dan aliran Lutheran
  27. George Washington: Presiden pertama Amerika Serikat
  28. Karl Heinrich Marx: Bapak Komunisme
  29. Wright Bersaudara
  30. Orville Wright dan Wilbur Wright: Penemu Pesawat terbang  
  31. Genghis Khan: Penakluk dari bangsa Mongol
  32. Adam Smith: Ekonom, pelopor Kapitalisme
  33. Edward de Vere, 17th Earl of Oxford: Kemungkinan menulis karya yang berkaitan dengan William Shakespeare
  34. John Dalton: Kimiawan, Fisikawan, penemu Teori Atom, Hukum Tekanan Parsial (Hukum Dalton)
  35. Alexander The Great
  36. Alexander yang Agung / Iskandar Zulkarnain: Penakluk dari Makedonia  
  37. Kaisar Napoleon Bonaparte: Penakluk dari bangsa Perancis
  38. Thomas Alva Edison: Penemu bola lampu dan Fonograf, dll.
  39. Antony van Leeuwenhoek: Ahli Mikroskop, mempelajari kehidupan mikroskopis
  40. William Thomas Green Morton: Pelopor Anestesiologi
  41. Guglielmo Marconi: Penemu Radio
  42. Adolf Hitler: Penakluk, memimpin Blok Poros dalam Perang Dunia II
  43. Plato: Filsuf Yunani
  44. Oliver Cromwell: Politikus Inggris dan pemimpin militer
  45. Alexander Graham Bel 
  46. Alexander Graham Bell: Salah seorang penemu Telepon 
  47. Alexander Fleming: Penemu Penisilin, memajukan Bakteriologi, Imunologi
  48. dan Kemoterapi
  49. John Locke: Filsuf dan Teolog liberal
  50. Ludwig van Beethove: Komponis musik klasik
  51. Werner Karl Heisenberg: Pencetus Prinsip Ketidakpastian
  52. Louis-Jacques-Mandé Daguerre: Penemu/pelopor Fotografi
  53. Simon Bolivar: Pahlawan nasional dari Venezuela, Kolombia, Ekuador, Peru,dan Bolivia
  54. René Descartes: Filsuf Rasionalis dan matematikawan
  55. Umar Bin Al Khatab (Dikatakan) 
  56. Umar bin al-Khattab: Khalifah Ar-Rasyidin kedua, memperluas Daulah  
  57. Khilafah Islamiyah. Penerus cita-cita Nabi Muhammad SAW.
  58. Paus Urbanus II: Penyeru Perang Salib
  59. Michelangelo
  60. Michelangelo Buonarroti: Pelukis, pematung, arsitek
  61. Asoka: Raja India yang masuk dan mengembangkan agama Buddha
  62. Santo Augustinus: Teolog Kristen awal
  63. William Harvey: Penemu sirkulasi darah
  64. Ernest Rutherford, 1st Baron Rutherford of Nelson: Fisikawan
  65. John Calvin: Tokoh Reformasi Gereja, pendiri Calvinisme
  66. Gregor Johann Mendel: Penemu teori genetika
  67. Max Karl Ernst Ludwig Planck: Fisikawan, mengemukakan Termodinamika
  68. Joseph Lister
  69. Joseph Lister, 1st Baron Lister: Pelaku penemuan Antiseptik yang secara besar mengurangi kematian akibat pembedahan 
  70. Nikolaus August Otto: Penemu mesin pembakaran 4 tak
  71. Francisco Pizarro: Penakluk dari bangsa Spanyol yang menaklukkan Kerajaan Inka di Amerika Selatan
  72. Hernando Cortes: Penakluk dari bangsa Spanyol yang menaklukkan Meksiko
  73. Thomas Jefferson: Presiden ketiga AS
  74. Ratu Isabella I: Penguasa Spanyol, penyokong Cristopher Colombus
  75. Joseph Stalin
  76. Joseph Stalin ([[Joseph Vissarionovich Dzugashvili]: Tokoh revolusioner dan penguasa Uni Soviet   
  77. Julius Caesar: Penguasa Roma
  78. Raja William I sang Penakluk: Meletakkan pembangunan Inggris modern
  79. Sigmund Freud: Pendiri sekolah Freud untuk psikologi, ahli psikoanalisis
  80. Edward Jenner: Penemu vaksin cacar
  81. Wilhelm Conrad Roentgen: Penemu sinar X
  82. Johann Sebastian Bach: Komponis
  83. Lao Tzu: Pendiri Taoisme
  84. Voltaire: Penulis dan filsuf
  85. Johannes Kepler
  86. Johannes Kepler: Astronom penemu Hukum Kepler tentang pergerakan planet 
  87. Enrico Fermi: Salah satu tokoh abad atom, Bapak Bom Atom
  88. Leonhard Euler: Fisikawan, matematikawan penemu Kalkulus Diferensial danIntegral serta Aljabar
  89. Jean-Jacques Rousseau: Filsuf dan pengarang Prancis
  90. Niccolò Machiavelli: Penulis Sang Pangeran (risalat politik yang berpengaruh)
  91. Thomas Robert Malthus: Ekonom penulis Esai Prinsip Populasi dalam Pengaruhnya pada Kemajuan Masa Depan pada Masyarakat
  92. John Fitzgerald Kennedy: Presiden AS yang mendirikan “Program Luar Angkasa Apollo”
  93. Gregory Goodwin Pincus: Endokrinolog, menemukan pil KB
  94. Mani (en): Nabi Iran abad ke-3, Pendiri Manicheanisme
  95. Vladimir Ilyich Lenin (Vladimir Ilyich Ulyanov): Tokoh revolusioner dan pemimpin Rusia
  96. Kaisar Sui Wen: Menyatukan Tiongkok, pendiri Dinasti Sui
  97. Vasco Da Gama
  98. Vasco da Gama: Navigator, penemu rute pelayaran Eropa ke India  
  99. Raja Cyrus yang Agung: Pendiri kekaisaran Persia
  100. Tsar Peter yang Agung: Mendekatkan Rusia kepada Eropa
  101. Ma Zedong
  102. Mao Zedong (Mao Tse-tung): Bapak Maoisme, komunisme Tiongkok
  103. Sir Francis Bacon: Filsuf, menggambarkan secara induktif metode ilmiah
  104. Henry Ford
  105. Henry Ford: Pembuat kereta
  106. Meng Tse: Filsuf, pendiri sekolah Konfusianisme
  107. Zarathustra (Zoroaster): Pendiri Zoroastrianisme
  108. Ratu Elizabeth I: Ratu Inggris, memperbaiki Gereja Inggris setelah Ratu Mary
  109. Mikhail Gorbachev
  110. Mikhail Sergeyevich Gorbachev: Perdana Menteri Rusia yang mengakhiri Komunisme di Soviet Union dan Eropah Timur
  111. Raja Menes: Menyatukan Mesir Atas dan Mesir Bawah Kaisar Charlemagne: Kaisar Romawi Suci
  112. Homer: Penyair epik
  113. Kaisar Justinianus I: Kaisar Romawi, menaklukkan kembali kekaisaran Mediterania
  114. Mahavira: Pendiri Jainisme

TOKOH-TOKOH TERHORMAT 
  1. St. Thomas Aquinas: Filsuf Kristen awal yang berpengaruh
  2. Archimedes: Matematikawan dan insinyur besar Yunani kuno
  3. Charles Babbage: Matematikawan dan penemu pelopor Komputer
  4. Kaisar Khufu (Cheops): Pembangun Piramida Besar
  5. Marie Curie: Fisikawan penemu radioaktif
  6. Benjamin Franklin
  7. Benjamin Franklin: Politikus Amerika dan penemu penangkal petir
  8. Mohandas Karamchand Gandhi: Pemimpin India dan pembaharu Hindu
  9. Abraham Lincoln: Presiden ke-16 AS, memimpin selama Perang Sipil AS
  10. Ferdinand Magellan: Navigator, memberi nama Samudra Pasifik, pertama kali mengelilingi dunia
  11. Leanardo Da Vinci
  12. Leonardo da Vinci: Seniman, artis  

Sunday, March 25, 2012

Kini 50 ribu halaman ..

Saya mula menulis di blog ini sejak 16 April 2011 dengan niat sekadar mencoretkan sedikit pandangan peribadi, berkongsi petikan rencana menarik, berita, dari blogger, tips-tips melancong ke Cameron Highlands serta pelbagai lagi label yang hanya dan demi catatan peribadi sendiri.

Mungkin bilangan halaman dibaca di blog ini perlahan atau hanya sekitar 10-50 halaman dibaca sehari di awal 5 bulan pertama dan kini pun sekadar 100-200 halaman sehari tetapi niat di hati bukanlah mengumpul peminat atau pembaca tegar apatah lagi mencari nama ataupun peluang perniagaan.

Kalau ada yang singgah dan sudi membaca di sini saya amat menghargai dan terima kasih... dan semalam mencecah 50,000 halaman telah dibaca dengan purata harian untuk 3 bulan kebelakangan sekitar 250 hingga 400 halaman di baca.

Terima kasih di atas sokongan anda. Jika ada kesalahan dan kesilapan, hubungi saya ataupun tinggalkan mesej anda dibahgian ulasan.

Insyaallah .. selagi mampu saya akan berkongsi sekadar yang boleh...

Saturday, March 24, 2012

Membalas jasa bonda...

Kisah ini aku baca di salah satu laman dari Singapore tetapi kisahnya adalah dari Taiwan.

Walau dari negara mana sekalipun , kisah anak lelaki ini mendapat penghormatan dari aku dan masihkah ada di luar sana yang selalunya akan mengatakan kasih dan sayang kepada ibu dan bapa akan melakukan sebegini.

Pastinya suasana di Malaysia akan berbeza kerana kemudahan yang berbeza tetapi yang penting, ini bukannya satu pengorbanan kepada si ibu atau bapa tetapi kisah membalas budi kepada kedua mereka. Si anak ini membalas segala pengorbanan dan jasa ibunya. Kita ? bagaimana?

  

"A 62-year-old Taiwanese man has been thrusted into the media spotlight after a photo of him carrying his mother to a hospital went viral online. 
It was an undergraduate who spotted Ding Zhu Ji carrying his mother around in a baby sling at the Chi Mei Medical Centre in Taiwan and snapped a photo then. 
His upload sparked an online frenzy, which culminated in the discovery of Ding's identity, who is a former officer with the Investigation Bureau of the Ministry of Justice based in Tainan. 
Those who knew him said that Ding has always been a filial son, rejecting a promotion as he didn't want to move to another district so that he could take care of his mom."

Pandangan Muhammad Uthman El-Muhammady

Aku bukan orang yang mahir dengan soal agama. Kadang-kala yang fardu ain dan kifayah pun kena rujuk buku dan kitab agama untuk mengetahui jawapan apatah lagi yang menjurus kepada yang lebih terperinci dan lebih mendalam pengertian dan kupasan.

Maka biarlah mereka yang arif, alim dan ulamak yang ahli kitab dan mungkin yang terpelajar dalam jurusan ini membicarakan secara terperinci dan kita baca serta fahami dan rujuk jugak kepada pandangan yang lain. Aku percaya lebih mendapat jawapan.

Untuk kes si Anwar Ibrahim , aku akui secara terang aku BUKAN penyokong dan pengagum dia dari segala segi kecuali helah dan retorik dia yang berjaya memikat sesetengah pihak dan aku berbangga mengakui aku bukan di kalangan sesetengah pihak yang aku maksudkan. Alhamdulillah.

Dari awal perjuangan dia sehingga kepada pelucutan jawatan dia dan dibawa kepada perjuangan dia, tidak dapat menagih simpati dan sokongan aku dan pada masa yang sama tidak aku berikan sokongan sepenuhnya kepada pihak lawannya kerana mereka ini masih MANUSIA.. sama seperti aku dan yang lain yang tidak akan maksum. 


Bukan Nabi atau Rasul kedua pihak ini.Maka melakukan kesialapan tidak akan dapat dielekkan cuma sengaja atau tidak disengajakan sahaja dan mengakui atau tidak mengakui atau buat bodoh seperti biasa sahaja.

Maka ucapan dia mengenai pluralisme agama tahun lepas tidak aku berminat sangat kerana menyedari sikap dia tetapi bilamana dijawab oleh Muhammad Uthman ElMuhammady, aku tertarik untuk membaca dan berkongsi di sini. Sumber petikan dari blogger politik..  


12 Dalil kesalahan-kesalahan Anwar yang dikupas oleh Dr. Muhammad Uthman El-Muhammady adalah seperti berikut :

1. Persoalan Ekslusif Agama (Religious Exclusivism) – hanya satu agama sahaja yang benar, manakala agama lain adalah salah.


Anwar Ibrahim: Golongan-golongan agama tertentu yang menganggap hanya satu ajaran asasi tertentu (fundamental doctrines) sahaja yang membawa ke jalan keselamatan/syurga (salvation) adalah pandangan yang silap dan tertutup. Agama-agama lain juga benar. Maka Pluralisme Agama adalah jalan penyelesaian terbaik untuk mengelakkan perpecahan tersebut.
Uthman El-Muhammady: Pluralisme yang mengajar penganutnya tentang tidak ada kebenaran mutlak dan tidak ada ajaran asasi yang menjamin keselamatan/kebahagian/syurga, tidak boleh diterima, malah ditolak dalam agama Islam. Sekiranya diterima anjuran Pluralisme itu maka tiada ertinya firman-firman Al Quran yang menyebut bahawa ia datang membawa al-haq (kebenaran) dan dengan itu kebatilan akan hilang.

2. Persoalan Pendapat Ahli Sufi Jelaluddin al-Rumi


Anwar Ibrahim: Pluralisme Agama dianjurkan sejak dari abad ke-13 lagi. Buktinya kata-kata oleh penyair sufi, Jelaluddin al-Rumi yang menyebut; "Lampu-lampunya berlainan, tetapi Cahaya itu sama, ia datang dari seberang sana; kalau anda terus menerus melihat pada lampu, kamu tersesat; kerana dari sana timbul rupa lahir pada bilangan dan kemajmukan"(The lamps are different but the Light is the same, it comes from Beyond; If thou keep looking at the lamp, thou art lost; for thence arises the appearance of number and plurality).

Uthman El-Muhammady: Pandangan ini tidak benar kerana Jelaluddin al-Rumi adalah seorang Muslim, Sunni, bermazhab Hanafi yang bersyair dalam konteks kerangka Islam dan bukannya di luar konteks Islam. Bukannya antara agama Islam dengan agama-agama lain. Tentang simbolik 'cahaya' dan 'lampu' itu perlu dilihat dari segi amalannya sebagai seorang sufi yang bersyair dalam kerangka Islam. Ia berbicara tentang manusia yang perlu 'menyeberangi' sebelah sana bentuk rupa dalam syariat, menuju ke alam hakikat. Namun begitu, mesti berpegang kepada syariat dan bukan meninggalkannya.



3. Persoalan Konsep Agama Adalah Universal

Anwar Ibrahim: Semua agama mempunyai pertanyaan yang sama iaitu dari mana datangnya manusia? Apa matlamat hidupnya? Apa yang berlaku bila ia meninggal dunia? yang bermaksud persamaan universal (universal concepts) antara semua agama untuk mencari kebenaran, keadilan dan sifat keunggulan.

Uthman El-Muhammady: Konsep ini berlawanan dengan anjuran Al Quran. Kebenaran Islam adalah satu. Yang benar adalah apa yang Allah utuskan kepada Nabi dan Rasul terakhir, Nabi Muhammad SAW.
 


4. Persoalan Pendapat Dante, Penyair Kristian abad ke-14

Anwar Ibrahim: Dante, penyair Kristian di Itali pada abad ke-14 menganjurkan untuk mencapai kebahagian di dunia dan akhirat bukan semata-mata dengan 'Kuasa' tetapi juga dengan 'Akal'. Visi Dante ini sama dan boleh dihubungan dengan visi tokoh-tokoh Islam termasuk al Farabi dan Ibn Rush :

Uthman El-Muhammady: Dante tidak menganjurkan pluralisme agama. Beliau hanya menerima agamanya (Kristian) dan menolak agama lain. Dalam epik puisi 'The Divine Comedy', karya Dante, beliau meletakkan Nabi Muhammad SAW dan Saidina Ali rd ke dalam neraka. Dalam ajaran Islam, setelah turunnya al Quran maka mansuhlah semua sistem kepercayaan lain, dan ajaran Quran adalah universal. Dalam Islam, 'Akal' semata-mata bukan penentu kepada kesejahteraan tetapi juga bergantung kepada kepercayaan 'Wahyu' dan 'Syariat'. Sebab itu al Farabi dan Ibn Rush tidak bergantung kepada 'Akal' tetapi beriman kepada 'Wahyu' Al Quran dan Syariat Nabi Muhammad SAW.

5. Persoalan Konsep Kebebasan Beragama VS Pluralisme Agama

Anwar Ibrahim: Pada hari ini wujud kebebasan beragama (freedom of religion) tetapi mengenepikan Pluralisme Agama (Religious Pluralism) yang sepatutnya kedua-duanya diperteguhkan sebagai konsep kebebasan di negara-negara yang mengamalkan demokrasi. Memihak kepada satu agama dan mengenepikan agama-agama lain adalah bertentangan dengan semangat Pluralisme Agama. Perkara ini lebih ketara di Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Uthman El-Muhammady: Jika negara-negara Islam, adalah wajar kerajaannya berpihak kepada Islam dan memelihara syariat-syariatnya. Dalam Islam, kerajaan tidak boleh menganggap bahawa tidak ada kebenaran yang mutlak, kerana kebenaran itu tetap ada, dan negara itu mesti berpegang kepada kebenaran tersebut. Sebab itu, al-Mawardi di Baghdad pada zamannya memastikan pihak kerajaan memperbetulkan kesilapan-kesilapan orang ramai apabila berlaku penyelewengan akidah ajaran Islam. Tetapi pihak kerajaan tidak boleh menganiayai pihak yang bukan Islam, mereka tetap diberi hak untuk mengamalkan agama mereka.

6. Persoalan Firman Allah, 'Tidak Ada Paksaan Dalam Agama'

Anwar Ibrahim: Al Quran sendiri menganjurkan Pluralisme Agama seperti dalam firman 'tidak ada paksaan dalam agama', maka mestilah perbuatan memaksakan kepercayaan seseorang ke atas orang lain bukan bersifat Islamik. Jika ayat ini ditolak maka kenyataan Al Quran itu tidak mempunyai apa-apa erti.

Uthman El-Muhammady:Tidak ada paksaan dalam agama' (2:256) dalam Islam bermaksud bahawa umat Islam tidak boleh memaksa bukan Islam supaya memeluk Islam. Ia terletak pada pilihannya. Tetapi apabila seseorang itu sudah Islam maka ia tertakluk kepada undang-undang Islam, termasuk berkenaan larangan murtad daripada agama Islam. Kita tidak menafsir kebebasan beragama itu bermakna kebebasan untuk murtad bagi orang Islam.

Maka umat Islam tidak seharusnya mengikuti falsafah lain tentang kebebasan manusia dan agama apabila falsafah itu sendiri bercanggah dengan Quran. Dalam Islam 'freedom of conscience' (kebebasan jiwa) bukannya kebebasan ala Barat tetapi harus tunduk dengan akidah dan syarak Islam.
 


7. Persoalan Konsep Menuju Kepada Yang Satu

Anwar Ibrahim: Guru Granth Sahib, Kitab Agama Sikh memberitahu kepada semua manusia bahawa seseorang yang mampu melihat semua jalan-jalan kerohanian (spiritual paths) akan membawa kepada Yang Satu dan akan menjadi bebas merdeka tetapi orang yang menyatakan kepalsuan akan turun ke dalam api neraka dan terbakar di dalamnya. Orang yang berbahagia ialah orang yang disucikan dan mereka akan berterusan tenggelam dalam nikmat Kebenaran.

Uthman El-Muhammady : Dalam Islam konsep 'Menuju Kepada Yang Satu' perlu dilihat dalam konteks Quran. Tentang sistem kepercayaan lain yang menyebut semua jalan membawa kepada Yang Satu, kalau Yang Satu itu membawa kepada kekaburan, itu akan mengundang masalah. Penyembahan Berhala bukan Yang Satu, Penyembahan Tuhan yang bukan secara tauhid juga bukannya Yang Satu, begitu juga kepercayaan tentang sesuatu kuasa ghaib yang kabur, mengatasi yang lain, juga bukan Yang Satu dalam Al Quran.

8. Persoalan Semua Kepercayaan Agama Adalah Sama

Anwar Ibrahim: Apa juga agamanya, sama ada Islam, Kristian, Sikh, Hindu serta yang lain, saya percaya bahawa kebenaran-kebenaran yang paling tinggi (higher truths) akan mengatasi amalan- amalan semata-mata (mere practice) dan semua ibadatnya berpusat kepada kebenaran yang satu itu (singular truth): bahawa dari Allah kita datang dan kepada Allah kita kembali.

Uthman El-Muhammady: kebenaran-kebenaran yang tertinggi (higher truths) yang mengatasi amalan-amalan semata-mata (mere practice) dan semua ibadatnya berpusat kepada kebenaran yang satu itu (singular truth) juga perlu dilihat dalam konteks Al Quran. Apabila diturunnya Al Quran, maka terputuslah kebenaran agama-agama lain ('muhaiminan 'alaih). Menurut Islam tidak ada yang benar, melainkan ajaran al-Quran.

9. Persoalan Perintah- Perintah Eksklusif (Exclusivist Claims)

Anwar Ibrahim: Hari ini, terdapat pemimpin-pemimpin agama-agama dunia tertentu yang terus menerus membuat Perintah-Perintah Eksklusif (exclusivist claims) tentang mereka memiliki kebenaran yang kekal abadi berbanding dengan penerimaan perkara-perkara yang disepakati bersama (commonality) yang mampu menghubungkan semua manusia. Kalaulah kita menerima hakikat bahawa memang terdapat kepelbagaian, maka Pluralisme Agama adalah jawapannya kerana mampu menyatukan. Itulah jalannya untuk membawa keluar daripada kegelapan kepada cahaya, daripada perang kepada damai, daripada kebencian dan kejahatan kepada kasih-sayang dan kebaikan.

Uthman El-Muhammady: Adalah janggal sekiranya umat Islam menerima Bible dan kitab-kitab lain selain Al Quran sebagai 'wahyu'. Teori John Hick yang mengatakan hanya Pluralisme Agama yang membawa kebahagian dan syurga tidak akan mempengaruhi umat Islam yang setia dengan wahyu Al Quran.
 

10. Persoalan Konsep Kebebasan

Anwar Ibrahim: kaum muslimin masih lagi berterusan berprejudis; menolak nilai kebebasan bersuara (free speech), kebebasan media (free press), demokrasi, dan kebebasan hati naluri (freedom of conscience). Mereka memandang budaya Pluralisme Agama sebagai satu bentuk konspirasi teragung oleh 'pihak lain', terutamanya Kristian, untuk mengembangkan ajarannya dan menjadikan muslimin memeluk agama Kristian. Pluralisme juga dilihat sebagai jerat untuk menyeluduk masuk demokrasi ala Barat melalui pintu belakang.

Tetapi sebenarnya ini merupakan suatu penyelewengan apabila dilihat menurut perlaksanaan hukum Islam. Di luar daripada kepentingan polisi awam, memang tidak ada kewajipan agama untuk orang Islam mengenakan undang-undang dan nilai-nilai umat Islam ke atas seluruh masyarakat.

Dari segi ideologi, sikap beku dalam pemikiran (rigidity) masih berupa penghalang kepada kemajuan dan islah. Muslimin hendaklah membebaskan diri daripada amalan-amalan lama menggunakan klise dan menjaja-jajanya (cliche-mongering) serta mengenakan label-label kepada orang, dan bergerak melewati kepentingan-kepentingan kelompok yang sempit. Penemuan semula garapan terhadap pluralisme yang asal dalam Islam sangat-sangat diperlukan.

Uthman El-Muhammady: Tentang pengamatan demikian ada beberapa perkara yang perlu diperhatikan. Antaranya ialah nilai-nilai kebebasan bersuara, kebebasan media dan yang sepertinya tentang demokrasi dan kebebasan hati naluri (freedom of conscience), pada muslimin adalah perkara-perkara yang mesti tunduk kepada orientasi Syara': Kalau kebebasan itu tidak bertentangan dengan Syara', maka kebebasan itu dialu-alukan, tetapi sekiranya kebebasan itu bertentangan dengan Syara' maka ia perlu dijauhi.

Sudah tentu bagi Muslimin, Syara' mengatasi bahan pemikiran para pemikir semata-mata. Kalau diletakkan pemikiran-pemikiran dari para pemikir mengatasi Syara' dan ijma', itu adalah malapetaka intelektual dan rohaniah. Pihak yang berbicara tentang nilai kebebasan manusia sejagat perlu juga menghormati manusia beragama dalam mengamalkan agamanya dan bukannyahendak membatalkan amalan pihak lain dan mempromosikan haknya semata-mata. Itu pun bercanggah dengan nilai hak-hak asasi manusia.

11. Persoalan Syariat Islam

Anwar Ibrahim: Syariat itu bukannya hanya tertulis di atas batu, dan ia mengalami evolusi (perubahan) secara dinamik. Demi untuk mempertahankan moderat, maka unsur utama dalam metodologi Islam mesti dipandang dalam perspektif yang menyeluruh (holistic) yang akan menjadi lebih menarik, mengikut kaedah yang bersifat universal dan kekal abadi.

Dikatakan bahawa pluralisme dalam dunia yang terbahagi-bahagi ini akan menambah lagi perpecahan kepuakan yang membawa pula kepada suara yang diulang-ulang tentang 'pertembungan tamadun' yang telah dan masih meletihkan yang seperti ianya sama dengan pukulan 'gendang purba' itu. Bagaimanapun, sebagaimana yang dinyatakan oleh Eliot: Sejarah boleh berupa sebagai perhambaan, sejarah boleh pula berupa sebagai kebebasan.

Oleh itu, kita mesti membebas diri kita daripada penipuan konsep tentang pertembungan tamadun dan menumpukan semula perhatian kita kepada pertembungan yang menggelegak (bahaya) dalam umat Islam itu sendiri. Kita boleh melihat suatu pertembungan yang lebih merbahaya dan membimbangkan yang berlaku dalam tamadun yang sama(Islam), antara yang lama dan baharu (the old and the new), yang lemah dan kuat (the weak and the strong), moderat (liberal) dan fundamentalist (the moderates and the fundamentalists), dan antara modernis dan traditionalis (the modernists and the traditionalists).

Turki dan Indonesia dengan terang sedang merintis jalan demokrasi bagi umat Islam untuk ikutan mereka. Kemasukan Turki ke dalam Kesatuan Eropah yang segera akan berlaku juga berupa suatu kenyataan yang jelas tentang tahap demokrasi liberal dapat dicapai, walaupun, sayangnya, hambatan-hambatan yang dibentangkan di hadapannya oleh setengah negara-negara ahli itu sangat nyata memberi isyarat tentang Islamophobia yang ada. Di Asia Tenggara, Indonesia sudahpun mencapai garis penyudah [dalam amalan demokrasinya] manakala jiran-jirannya yang muslimin dalam negara masing-masing masih lagi terlekat dalam tahap permulaan jalannya.

Uthman El-Muhammady: Kita perlu melihat kenyataan ini dalam suluhan ajaran Islam tentang ada bahagian-bahagian Syara' yang kekal dan ada yang berubah-ubah, dan bukan semuanya berubah-ubah. Akidah Ahli Sunnah tidak berubah; perincian-perincian Syara' berkenaan dengan perkara-perkara baru yang tidak ada dalam nas secara terang-nyata dari fatwa-fatwa zaman berzaman boleh berubah. Tetapi kalau perubahan itu melibatkan seperti menghalalkan persetubuhan haram, judi, zina, menghalalkan yang haram dalam ijma', kerana terpengaruh dengan 'penemuan-penemuan' para pemikir, ini tidak dibolehkan.

    

12. Persoalan Jihad


Anwar Ibrahim: Hari ini jihad dilaungkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengesahkan perbuatan-perbuatan keganasan dalam pelbagai bentuk dan rupanya, tetapi akhirnya menjadi kabur antara garis jihad dan keganasan. Mujurlah adanya pentadbiran Obama, maka kita telah melihat sesetengah perubahan berbanding polisi Bush yang mengamalkan sifat percanggahan dan memilih bulu, dalam memerangi keganasan, dengan memberi sokongan kepada para autokrat (penguasa kuku besi) di dunia Islam di satu pihaknya, dan menjadi jaguh kebebasan dan demokrasi di satu pihak lain pula. Walaupun selepas lebih setahun semenjak pentadbirannya (Obama) itu, kita masih lagi menanti untuk melihat perubahan-perubahan yang penting (substantive) dalam isi (substance) polisi luar negara Amerika dalam hubungan dengan Dunia Islam.

Uthman El-Muhammady: Kalau dalam suasana semasa ada penafsiran jihad yang tersasul dalam setengah umat Islam (kerana faktor-faktor sejarah yang mendesak dan tidak patut diremehkan) itu tidak boleh dijadikan dalil untuk penafsiran yang menyeluruh mewakili arus perdana umat Islam. Bagaimanapun, ini juga perlu dilihat dalam konteks pihak-pihak lepas, mahupun sekarang, memanipulasikan maklumat untuk kepentingan hegemoninya.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

10 CATATAN TERKINI:

KOLEKSI CATATAN: